Masa kecil
ku,mirip dengan masa lalu mu..?
Memori lalu
Part 1
Aku hanya seorang anak sederhana ,bersyukur dengan anggota
keluarga lengkap dan menjalani hidup dengan normal dan seharusnya, aku bukan
orang yang pendiam,aku pemilik golongan darah O yang mungkin kebanyakan orang
tau aku ini orangnya supel,respect dengan banyak teman,mudah bergaul dengan
siapa saja tanpa pandang tingkat dan status,menerima apa saja yang seharusnya
telah di takdirkan. Aku mulai sadar dengan
dunia luar yaitu mungkin aku masih balita,hal yang pertama aku ingat saat aku
kecil ialah aku di mandikan dengan bapak ku di bak kecil berwarna merah mudah
di teras kamar mandi kecil di sebelah mesin cuci dengan air hangat dan bapak ku
mengunakan baju biru dongker, aku sangat menikmati masa kecilku yang bias di
bilang sangat menyenangkan dan mungkin bisa saja sekali seumur hidup.
Aku di besarkan oleh sepasang ayah dan ibu yang sederhana dan
berkecukupan,aku anak terakhir dari 3 bersaudara. Kehidupan ku sangat
menyenangkan saat-saat masa kecil ku yang di kelilingi oleh banyak teman dan
tetangga yang ramah, juga lingkungan perumahan yang bersih dan tidak sempit
serta tidak kumuh. Aku masi ingat di saat setiap sore yang selalu di warnai
oleh teriakan ramai anak-anak kecil yang bermain dan memanggil kawan bermain,
lalu bermain di depan dan di jalanan, terlintas masa lalu yang ingin di ulangi
kembali lagi dan mungkin berkali-kali, ingin rasanya memberi semua harta untuk
membeli mesin waktu untuk kembali ke masa lalu untuk mengubah masa depan, namun
berapa milyar harganya,percayalah itu hanya mitos, yang telah terjadi maka
seharusnya terjadi,ketika batu di lempar maka tidak bias di ambil kembali. Oke
sekarang aku ingin membuka ingatanku dan aku berharap masih kuat untuk di
ceritakan,aku masih teringat mulai sadar ku di dekapan ayahku yang sedang
memandikan ku lalu di potret dengan tustel Fujifilm hitam berlogo khas Fujifilm
hijau diiringi dengan suara cekrek yang khas dan di bumbui oleh kilatan flash
cahaya kamera.
Ingatku saat aku masih kecil aku berjalan lalu jatuh dari
jendela kamar, aku masih rasakan sakitnya dan pusing kepala ku saat mendarat di
ubin berwarna abu-abu, lalu ketika aku jatuh ke selokan dan dia membopongku,
dia pembantu setia ibuku, mbak sum dan mbak lis, kedua orang itu bagaikan
malaikat penolong oleh ibuku, disaat ibuku kesusahan dalam karir dan rumah
tangga, kedua orang itu lah yang memperkokoh rumah tangga dari kebutuhan pokok
hingga menjaga anak. Entah aku berumur berapa, aku masih ingat aku belum
bersekolah di play group juga taman kanak-kanak, aku mungkin masih berumur 3
hingga 5 tahun,aku ingat sekali dulu pertama kali di beri suapan mencicipi
indomie rasa ayam, aku masih ingat saat itu teman-teman ku mengajak main saat
sore dan setelah tidur siang, aku meminta ibuku uang jajan 1000 rupiah untuk
membeli oreo dan es lilin, aku masih ingat harga es lilin dengan 100 rupiah,
lalu oreo seharga 500 rupiah, aku ingat sekali dengan wajah penjual siomay
dengan siomay isi telurnya, lalu sebungkus penuh dengan harga 1000 hingga 2000
rupiah, di saat malam tiba aku di beri pilihan oleh ibuku, tidur di atas apa di
bawah, karena dulu kami tidur bersama satu kamar karena kondisi rumah yang
cukup kecil.
Kami sangat bersyukur pada jaman itu kami sudah memiliki AC Panasonic
warna putih dengan remote control berwarna putih dengan garis biru,setiap
sebelum menyalakan AC, kakak kedua ku mengajak ku ke belakang, ke kamar mandi
kecil dan sempit memiliki ubin berwarna merah tua dengan WC duduk dan bak mandi
yang lumayan besar namun tidak kecil juga, kakak biasanya membasuh muka dan
kaki lalu ke kamar dan menyalakan AC dengan harapan agar efek sejuk lebih lama,
di sore hari aku dan kedua kakak ku menunggu kartun sore, yang di awali dengan
saint seiya yang di tunggu-tunggu oleh kakak pertamaku, di lanjut dengan hachi
lebah kecil yang legendaris, kisah nya yang sangat menyentuh juga inspiratif. Beralih
ke permainan masa lalu,aku teringat dan masih merindukan permainan
sembunyi-sembunyi an atau bahasa inggris nya hide n seek, aku ingat sekali
dimana aku sering bersembunyi di dalam toko sembako,aku ingat teman ku resa
bersembunyi di balik tempat duduk dan jatuh ke dalam selokan. Setelah itu aku bersama
teman ku bermain di lapangan utama yaitu setiap tahun di selenggarakan lomba
dan jalan sehat di lapangan besar itu,berdampingan dengan gedung balai RW.
Continue..,,